SINJAI, Karebanasulsel.id- Semangat generasi muda untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Sinjai kembali mendapat ruang melalui ajang Pemilihan Duta Wisata Ana’ Dara Kabupaten Sinjai Tahun 2026.
Salah satu sosok muda yang turut mengambil bagian dalam ajang tersebut adalah Anita Ramadani, perempuan berusia 20 tahun yang merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) dan menjadi delegasi dari Kecamatan Sinjai Selatan. Kamis 24/09/2026.
Anita merupakan anak kedua dari empat bersaudara, putri pasangan Rustan T. dan Irmawati S. Kehadirannya dalam ajang pemilihan duta wisata ini tidak semata-mata ingin tampil sebagai representasi generasi muda, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga budaya, tradisi dan kekayaan alam Sinjai di tengah perkembangan zaman.
Bagi Anita, Sinjai bukan sekadar tempat untuk tumbuh dan menimba ilmu. Tanah kelahirannya menyimpan kekayaan cerita, tradisi dan keindahan alam yang menurutnya harus terus dirawat dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
“Setiap sudut Sinjai menyimpan cerita, ikatan tradisi, dan keindahan alam yang tak usang oleh zaman. Tumbuh di tanah bertuah ini bukan sahaja membentuk jiwa saya, namun turut menanam rasa cinta yang mendalam terhadap warisan kita,” ungkap Anita.
Sebagai seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Sinjai, Anita mengaku semakin memahami bahwa kemajuan suatu daerah tidak semestinya membuat generasi muda meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas daerah.
“Sebagai seorang pelajar di salah satu universitas di Kabupaten Sinjai, saya percaya bahwa kemajuan yang sejati tidak pernah melupakan akar budayanya. Pendidikan mengajarkan saya bahwa menjaga keindahan bumi ini adalah tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Simak Video Penampilan Anita Ramadani di Bawah ini
Menurut Anita sebagai finalis, seorang Duta Wisata memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar tampil sebagai wajah promosi daerah. Duta wisata juga dapat menjadi penghubung informasi, penggerak ekonomi kreatif dan bagian dari generasi muda yang ikut menjaga kearifan lokal.
“Bagi saya, tugas seorang Duta Wisata bukan sekadar menjadi wajah promosi, melainkan jembatan informasi, penggerak ekonomi kreatif, serta pemuda yang aktif melestarikan kearifan lokal di era modern,” katanya.
Kecintaannya terhadap seni tari juga menjadi salah satu modal Anita untuk memperkenalkan identitas budaya Sinjai. Melalui seni, ia ingin menyampaikan bahwa kekayaan budaya lokal memiliki nilai yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas, bahkan hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
“Melalui bakat tari, saya ingin menyuarakan keunikan daerah ini kepada dunia. Saya bersedia untuk melangkah ke depan, menjadi penggerak perubahan, dan membawa nama Sinjai ke persada yang lebih tinggi,” ucap Anita penuh optimisme.
Keikutsertaan Anita sebagai delegasi Sinjai Selatan sekaligus memperlihatkan bahwa ajang Ana’ Dara dapat menjadi ruang bagi generasi muda dari berbagai kecamatan untuk menunjukkan potensi, gagasan dan kepedulian mereka terhadap kemajuan daerah.
Lebih dari sekadar kompetisi, perjalanan menuju Duta Wisata Sinjai 2026 menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah, mulai dari destinasi wisata, seni dan budaya, hingga produk ekonomi kreatif masyarakat.
Dengan latar belakang pendidikan, kecintaan terhadap seni tari serta kepeduliannya terhadap budaya lokal, Anita Ramadani kini membawa satu harapan sederhana: agar keindahan dan kekayaan budaya Sinjai tidak hanya dikenal oleh masyarakat Sinjai sendiri, tetapi mampu diperkenalkan lebih luas kepada dunia.
Redaksi: ABK
………..
























