SINJAI TENGAH, Karebanasulsel.id- Kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan ditunjukkan oleh masyarakat Dusun Lappa, Desa Saotanre, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai. Di tengah kondisi Jalan Poros Saotanre–Bonto Katute yang mengalami kerusakan di sejumlah titik, warga memilih bergerak bersama melakukan perbaikan secara swadaya melalui penggalangan dana dan gotong royong. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (08/06/2026).
Kerusakan jalan yang semakin parah dinilai dapat membahayakan keselamatan pengendara dan mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Beberapa titik jalan berlubang cukup dalam, bahkan terdapat bagian drainase (dwekker) yang mengalami kerusakan sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama saat hujan turun dan lubang tertutup genangan air.
Berangkat dari rasa tanggung jawab dan kepedulian bersama, warga kemudian berinisiatif menggalang dana secara sukarela. Dana yang terkumpul digunakan untuk membeli material seperti semen, pasir, dan batu guna memperbaiki titik-titik jalan yang mengalami kerusakan paling parah.
Menjelang sore hari, suasana kebersamaan begitu terasa. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda hingga orang dewasa, tampak bahu-membahu mengangkut material, mencampur adukan semen, serta melakukan pengecoran jalan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi cerminan kuatnya solidaritas masyarakat dalam menghadapi persoalan di lingkungannya.
Salah seorang warga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar masyarakat demi menciptakan akses jalan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

“Kami ingin jalan ini lebih aman dilalui masyarakat. Karena kemampuan kami terbatas, perbaikan dilakukan secara bertahap sesuai dana yang tersedia. Namun kami berkomitmen untuk terus melakukan penggalangan dana dan mengajak semua pihak yang memiliki kepedulian untuk turut membantu,” ungkapnya.
Masyarakat Dusun Lappa juga menyatakan bahwa upaya perbaikan tidak akan berhenti pada kegiatan kali ini. Warga berencana melanjutkan penggalangan dana secara bertahap guna memperbaiki titik-titik kerusakan lainnya yang masih membutuhkan penanganan.
Aksi swadaya tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat. Selain bertujuan memperbaiki infrastruktur jalan, kegiatan ini juga menjadi pesan bahwa kepedulian, kebersamaan, dan partisipasi masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata demi kepentingan bersama.
Melalui langkah sederhana namun penuh makna ini, masyarakat berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak agar Jalan Poros Saotanre–Bonto Katute dapat diperbaiki secara menyeluruh demi menunjang keselamatan, kelancaran mobilitas, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Redaksi: ABK
…………
























