GOWA, KarebanaSulsel.id – Peristiwa tragis mengguncang warga Kabupaten Gowa setelah seorang mahasiswa berinisial Muh. Ikmal (25) ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Jeneberang usai diduga melompat dari atas Jembatan Kembar, Kecamatan Pallangga, Jumat malam (12/06/2026).
Korban yang merupakan warga Dusun Bontomajannang, Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, diduga mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke sungai dari jembatan yang berada di jalur poros Gowa–Takalar tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat menunjukkan perilaku tidak biasa di rumahnya. Ayah korban, Sonang Dg. Nangka (70), mengaku sekitar pukul 21.10 WITA putranya mengamuk tanpa diketahui penyebabnya.
“Saya sempat menegur dan menanyakan apa yang terjadi, namun korban tidak memberikan penjelasan dan langsung meninggalkan rumah menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter Z bernomor polisi DD 3197 BL,” ungkapnya.
Sekitar 20 menit kemudian, pihak keluarga menerima kabar bahwa Muh. Ikmal diduga melompat dari atas Jembatan Kembar ke aliran Sungai Jeneberang.
Mendapat laporan tersebut, tim gabungan langsung bergerak melakukan operasi pencarian. Tim yang terlibat terdiri dari BPBD Kabupaten Gowa, Basarnas Makassar, Tim SAR Universitas Negeri Makassar (UNM), Tim SAR Universitas Bosowa, Tim SAR Sat Brimobda Sulawesi Selatan, serta dibantu warga sekitar.
Proses pencarian berlangsung selama beberapa jam hingga akhirnya pada Sabtu dini hari (13/06/2026) sekitar pukul 01.00 WITA, korban ditemukan di aliran Sungai Jeneberang dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Dusun Bontomajannang, Desa Bontoala, menggunakan mobil ambulans untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Dari hasil informasi awal yang diperoleh petugas, korban diduga mengalami tekanan psikologis sebelum kejadian. Meski demikian, penyebab pasti yang melatarbelakangi aksi tersebut masih menjadi perhatian pihak terkait dan keluarga korban.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan generasi muda. Sejumlah pihak merekomendasikan agar keluarga korban mendapatkan pendampingan psikologis guna membantu proses pemulihan pasca musibah.
Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan di kawasan Jembatan Kembar melalui pemasangan pagar pengaman maupun rambu peringatan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan berbagai instansi guna melengkapi laporan resmi atas peristiwa tersebut.
Redaksi: ABK
………….
























