SINJAI, Karebanasulsel.id- Kabut asap pekat menyelimuti Desa Saotanre dan sejumlah wilayah di sekitarnya, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Kondisi ini membatasi jarak pandang hingga pegunungan di kampung sebelah nyaris tidak terlihat. Selasa 13/10/2026.
Desa Saotanre merupakan kawasan dataran tinggi dengan ketinggian berkisar 100–800 meter di atas permukaan laut (mdpl), berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat Kota Sinjai.
Di tengah musim kemarau berkepanjangan, kondisi tersebut mulai menimbulkan keresahan masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan demam, sakit kepala, batuk, dan tenggorokan gatal.
Kabut asap yang menyelimuti kawasan perbukitan dan permukiman membuat warga bertanya-tanya mengenai penyebab serta dampak kondisi tersebut terhadap kesehatan mereka.
Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk kebakaran yang dilaporkan terjadi di Dusun Topisi, Desa Mattunreng TelluE, Kecamatan Sinjai Tengah.
Selain itu, kemungkinan asap kiriman dari wilayah tetangga, seperti Bulukumba, maupun daerah lain juga perlu ditelusuri. Namun, penyebab pasti kabut asap hingga kini masih memerlukan verifikasi pihak berwenang.
Informasi mengenai kualitas udara di wilayah Bosowasi yang disebut masuk kategori tidak sehat juga perlu dipastikan melalui data pemantauan resmi dan terbaru.
Klik Videonya
Kondisi ini menuntut perhatian serius pemerintah, mengingat kabut asap berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
Warga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di luar ruangan, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
Apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk, masyarakat disarankan segera mendapatkan pertolongan medis.
Tim media Karebanasulsel.id telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak BPBD Kabupaten Sinjai untuk memperoleh penjelasan mengenai sumber kabut asap dan langkah penanganan yang dilakukan.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, pihak BPBD Kabupaten Sinjai belum memberikan jawaban atas upaya konfirmasi tersebut.
Redaksi Karebanasulsel.id tetap membuka ruang klarifikasi bagi BPBD dan instansi terkait demi memberikan informasi yang akurat, berimbang, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Sementara itu, tim media masih melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak untuk mengikuti perkembangan situasi dan menghimpun informasi terbaru.
Karebanasulsel.id, Menyampaikan Fakta, Mengawal Kepentingan Publik.
Redaksi : ABK
…….,
























