SINJAI, Karebanasulsel.id- Di tengah kemarau yang masih melanda Kabupaten Sinjai, harapan datang bersama satu unit armada tangki air milik BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sinjai. Pada Jumat, 25 September 2026, tim tiba di Desa Saotanre, Kecamatan Sinjai Tengah, untuk menyalurkan air bersih kepada UPTD SMPN 34 Sinjai serta sejumlah fasilitas umum di sekitarnya.
Kedatangan armada tersebut disambut penuh antusias oleh para siswa, guru, dan masyarakat. Bagi mereka, air bersih bukan sekadar kebutuhan, melainkan penopang utama aktivitas belajar, ibadah, dan kehidupan sehari-hari selama musim kemarau.
Pantauan langsung Karebanasulsel.id memperlihatkan para siswa berbaris membawa ember, jeriken, dan wadah penampung air. Senyum bahagia terpancar saat air dari PDAM yang diangkut langsung oleh armada tangki Damkar Sinjai mulai dialirkan ke tandong sekolah yang telah lama kosong.
Sejumlah guru turut membantu mengatur proses pengisian agar air dapat dimanfaatkan secara merata. Suasana yang semula dipenuhi kekhawatiran berubah menjadi penuh rasa syukur ketika kebutuhan mendesak sekolah mulai terpenuhi.
Klik Videonya di Bawah ini
Salah seorang guru UPTD SMPN 34 Sinjai A.Magfira Wahyu, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sinjai atas kepedulian yang diberikan kepada sekolah mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati Sinjai, BPBD, Damkar, dan PDAM Sinjai. Air bersih ini memang sangat kami butuhkan untuk memasak, berwudhu, serta kebutuhan guru dan siswa setiap hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sejak musim kemarau melanda, WC guru dan siswa tidak lagi memperoleh pasokan air karena tandong sekolah mengering. Kondisi itu memaksa sekolah hanya mengandalkan air hujan yang ditampung saat musim penghujan.
Menurutnya, keterbatasan sumber mata air menjadi persoalan yang telah lama dihadapi sekolah sehingga bantuan air bersih menjadi solusi sementara yang sangat berarti bagi seluruh warga sekolah.
Klik Video Dibawah ini
Tak hanya SMPN 34, pendistribusian air juga menjangkau PAUD, Pustu Kesehatan, dan Masjid di Desa Saotanre. Langkah ini dinilai mampu membantu pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan ibadah masyarakat.
Kepala Desa Saotanre, A. Sulaeman, S.Sos, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Sinjai terhadap warganya yang terdampak kekeringan.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau.
Meski demikian, kebutuhan air bersih di Desa Saotanre masih cukup besar. Masyarakat berharap pendistribusian dapat kembali dilakukan ke beberapa wilayah yang hingga kini masih mengalami kesulitan memperoleh air.
Klik Videonya di Bawah ini
Beberapa titik yang paling membutuhkan pasokan air di antaranya Dusun Saukang, Dusun Haru, dan Dusun Lappa, yang juga terdampak menurunnya ketersediaan sumber air selama kemarau.
Dari hasil pantauan media, armada yang melayani pendistribusian pada hari itu hanya satu unit, sehingga belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan warga. Sejumlah masyarakat mengaku belum mendapatkan bagian air bersih karena keterbatasan kapasitas distribusi.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sinjai dapat kembali mengupayakan penambahan armada maupun jadwal distribusi secara berkala agar kebutuhan air bersih masyarakat Desa Saotanre dapat terpenuhi secara menyeluruh selama musim kemarau masih berlangsung.
Redaksi: ABK
……….
























