Krisis Air Bersih di Saotanre, Siswa UPTD SMPN 34 Sinjai Terpaksa Pulang demi Gunakan Toilet

SINJAI, Karebanasulsel.id- Musim kemarau yang berkepanjangan memicu krisis air bersih di UPTD SMPN 34 Sinjai, Desa Saotanre, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai. Para siswa dan guru mengeluhkan kosongnya pasokan air yang mengganggu aktivitas belajar mengajar serta kebutuhan sanitasi di lingkungan sekolah.

Hasil pantauan tim Karebanasulsel.id di lokasi menunjukkan 9 kamar WC yang digunakan siswa dan guru dalam kondisi bak penampungan kosong. Dua unit tandong penampung air juga tidak terisi, sehingga seluruh keran air tidak mengeluarkan setetes pun air saat diperiksa. Kamis 24/09/2026.

Mewakili Kepala UPTD SMPN 34 Sinjai, A. Magfira Wahyu, S.Pd. menyampaikan harapan agar pemerintah segera memberikan bantuan pendistribusian air bersih.

Simak Videonya di Bawah ini

“Kami selaku guru dan para siswa sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah berupa pendistribusian air bersih di sekolah kami. Air sangat dibutuhkan untuk wudhu, buang air kecil maupun BAB. Terkadang kasihan guru dan siswa karena mereka harus pulang ke rumah atau menumpang ke rumah warga terdekat,” ujarnya di hadapan media.

Ia menambahkan, akibat sulitnya memperoleh air, sebagian guru dan siswa terpaksa membawa jeriken berisi air dari rumah untuk memenuhi kebutuhan selama berada di sekolah.

Tim media juga memeriksa langsung seluruh fasilitas sanitasi sekolah dan mendapati bak air dalam keadaan kosong. Saat keran diputar, tidak ada air yang mengalir karena tandong penampung juga telah kehabisan pasokan.

Simak Video ke 2 di Bawah ini

Krisis air bersih bukan hanya melanda sekolah. Sejumlah masjid di Desa Saotanre turut mengalami kesulitan mendapatkan air untuk keperluan wudhu. Kondisi serupa juga dirasakan warga di beberapa dusun yang sangat membutuhkan air bersih untuk konsumsi sehari-hari.

Salah seorang warga Dusun Saukang, (Timo), menggambarkan beratnya perjuangan masyarakat mendapatkan air selama musim kemarau.

“Kalau malam kami harus begadang menjaga kucuran air dari selang yang dipasang di atas pegunungan. Itupun air yang keluar hanya sebesar lidi saja, Pak,” tuturnya.

Masyarakat Desa Saotanre berharap Pemerintah Kabupaten Sinjai dan instansi terkait segera mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan air bersih secara rutin agar kebutuhan dasar warga, sekolah, dan tempat ibadah dapat terpenuhi selama musim kemarau.

Redaksi: ABK

………

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *