SINJAI, Karebanasulsel.id– Mengawali Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, UPT SMAN 5 Sinjai menghadirkan edukasi dari Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Sinjai, IPDA Ridwan, sebagai bekal bagi para peserta didik baru untuk membangun karakter, menjunjung sikap saling menghargai, serta menjauhi berbagai perilaku negatif, Selasa (14/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, IPDA Ridwan mengajak para siswa untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati. Selain membahas bahaya perundungan (bullying), ia juga memberikan pemahaman mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak, diskriminasi, serta ancaman judi online yang kini mulai menyasar kalangan remaja.
Menurutnya, edukasi sejak dini sangat penting agar para pelajar mampu mengenali berbagai bentuk kekerasan dan memiliki keberanian untuk menolak maupun melaporkan setiap tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Sekolah harus menjadi tempat yang membuat setiap anak merasa aman, nyaman, dan dihargai. Karena itu, jangan pernah menganggap bullying sebagai candaan. Jika melihat atau mengalami perundungan, jangan takut untuk melapor kepada guru maupun orang tua,” ujar IPDA Ridwan.
Ia menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat terjadi melalui ucapan yang menyakitkan, pengucilan dalam pergaulan, hingga cyberbullying melalui media sosial. Seluruh bentuk perundungan tersebut dapat meninggalkan luka psikologis, menurunkan rasa percaya diri, bahkan mengganggu prestasi belajar korban.
Selain itu, para siswa juga diingatkan untuk tidak mudah tergiur dengan praktik judi online yang semakin marak di dunia digital. Menurutnya, judi online bukan sekadar permainan, melainkan dapat merusak masa depan, menimbulkan kecanduan, hingga berpotensi memicu tindak pidana.
IPDA Ridwan juga mengajak seluruh warga sekolah untuk memperkuat komunikasi antara siswa, guru, dan orang tua sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja. Budaya saling menghormati, peduli, dan berani mengingatkan menjadi kunci terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan inklusif.
Sementara itu, Kapolres Sinjai, AKBP Jamal Fathur Rakhman, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Polres Sinjai di lingkungan sekolah merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam mendukung terciptanya generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan taat hukum.
“Kami ingin anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terbebas dari kekerasan maupun pengaruh negatif seperti judi online. Edukasi seperti ini akan terus kami lakukan sebagai langkah preventif agar para pelajar memiliki kesadaran hukum, kepedulian terhadap sesama, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ungkap Kapolres.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, Polres Sinjai berharap para peserta didik baru SMAN 5 Sinjai dapat memulai perjalanan pendidikan dengan semangat saling menghargai, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta bersama-sama mewujudkan sekolah yang ramah anak, bebas dari bullying, kekerasan, dan pengaruh negatif di era digital.
Redaksi: ABK
…………..
























