Kepala PKM Biji Nangka Diduga Alergi Terhadap Wartawan, Dan Matikan Hp Saat Hendak Dikonfirmasi, Ada Apa…

SINJAI, Sul-Sel. karebanasulsel.id– Kepala Puskesmas (PKM) Biji Nangka yang hendak dikonfirmasi oleh media matikan hp dan tidak menjawab panggilan telepon. Dan diduga Kepala PKM Biji Nangka (Andi Sinar) tersebut alergi terhadap wartawan. Hal demikian saat ini menjadi tanda tanya terhadap media yang hendak konfirmasi terkait bangunan Pustu tua dan dianggap menjadi penghalang proses pekerjaan pelebaran jalan yang ada di Desa Bontokatute, Kecamatan Sinjai Borong, Dusun Maroangin. Sampai berita ini diterbitkan Senin 07/08/2023.

Sebuah bangunan tua berupa Pustu yang sudah tak terpakai dan tak terpelihara tersebut menjadi tanda tanya bagi sebagian warga yang ada di Desa Bontokatute, Kecamatan Sinjai Borong.

Dari sumber informasi yang diterima oleh media diketahui bahwa bangunan tersebut seharusnya dibongkar dan jangan menjadi penghalang proses pekerjaan.

Salah satu warga Desa Bontokatute di dusun maroangin yang dijumpai oleh media mengatakan bahwa “Tanah yang menjadi kebun warga sudah banyak yang digusur oleh alat berupa ekskafator tersebut. Dan yang menjadi pertanyaan ke kami selaku warga, kok bisa kebun kami digusur sedangkan bangunan pustu tersebut tidak dibongkar atau digusur juga.” Ucap warga.

Ditambahkannya, “Apa lagi kami tidak diberi tau sebelumnya kok bisa langsung main sikat saja. Apa lagi kami dengar bahwa dari Dinas Kesehatan belum memberi ijin untuk membongkar bangunan tersebut, Ada Apa.” Tutup warga yang tak mau disebutkan namanya.

Disisi lain yang menjadi pertanyaan awak media melalui Pimpinan Redaksi Karebanasulsel.id menyayangkan atas sikap Kepala PKM Biji Nangka (Andi Sinar) yang telah diupayakan untuk konfirmasi malah matikan hpnya dan tidak membalas chat whatsApp. Jadi kami menduga Kapus tersebut alergi dan tidak bersinergy kepada media. Kami berharap agar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai agar kiranya kepala PKM Biji Nangka tersebut perlu di evaluasi kinerjanya. Dan bukan hanya kali ini terjadi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai (dr. Emy Kartahara Malik) yang dikenal berjiwa sosial dan sangat bersinergy terhadap rekan media mengatakan bahwa “Bangunan Pustu tersebut setahu kami tinggal menunggu proses penghapusannya. Karena tidak bisa dibongkar tampa dinilai dulu oleh inspektorat, nanti kami lagi yang disalahkan karena itu bangunan pemerintah.” Tuturnya melalui pesan singkat WhatsApp.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *