Kasat Reskrim Polres Sinjai Terkesan (Memdul) Menghindar Saat Hendak Dikonfirmasi

SINJAI, Sul-Sel. Karebanasulsel.id- Terdengar khabar bahwa minggu depan akan ada pergeseran jabatan atau penempatan jabatan baru ditubuh Polri. Salah satunya Kasat Reskrim Polres Sinjai Iptu A.Irvan Fachri SH.MH akan dimutasi ketempat lainnya. Namun hal demikian mendapat tanggapan berbagai pihak. Rabu 20/03/2024.

Pasalnya, adanya beberapa kasus yang masuk laporan di Reskrim Polres Sinjai yang diduga mengambang. Diantaranya kasus curanmor di sinjai utara dan sinjai selatan. Kasus penipuan online dengan modus jual motor, dan kasus pembunuhan di desa palae.

Beberapa kasus yang termonitor oleh media tersebut, sampai saat ini tidak ada titik terangnya. Pasalnya Kasat Reskrim Polres Sinjai Iptu A.Irvan Fachri susah dikonfirmasi dan enggang angkat telpon dan balas chat WhatsApp sampai saat ini, serta terkesan menghindari media. Dan diduga lebih Memilih Diam Dulu (Memdul).

Adapun beberapa sumber yang masuk di Ruang Redaksi Karebanasulsel.id salah satunya kasus coranmor. Tepatnya di BTN Tuju Wali, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

Korban (AM) mengatakan pada media bahwa “Kejadiannya pada hari senin subuh tanggal 11 September 2023, sekitar pukul:03 wita. Korban menambahkan bahwa motor saya digondol maling dalam kondisi terkunci leher, dan terparkir di dalam teras rumah kost saya. Dan banyak motor terparkir di teras itu Pak, dan ada juga motor yang tidak terkunci leher terparkir saat itu, tetapi motorkuji yang dicuri Pak.” Terangnya.

Foto dok. Motor yang digondol maling di sinjai utara

Korban kembali menyampaikan bahwa laporan saya sudah masuk sejak tanggal itu dan sudah berjalan 7 bulan dan tidak ada titik terangnya, dan tidak ada juga informasi dari pihak polres sinjai. Dan saya anggap ini pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut tidak serius dalam penanganan. Mungkin karena kami tidak punya uang.” Ungkapnya.

Diketahui pula bahwa motor yang digondol maling tersebut adalah milik Kepala Desa Bonto di Sinjai Tengah. Dan hanya dipakai oleh kemanakannya (AM) yang berstatus mahasiswa di sinjai kota. Pemilik motor dan korban berharap “Agar kiranya pihak kepolisian polres sinjai yang menangani kasus tersebut dapat bekerja secara profesional dan dapat membantu masyarakat.” Harapnya.(**)

Redaksi/Abk

…..

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *