SINJAI, Sul-Sel. Karebanasulsel.id- Pemerintah Desa Bontotengnga, Kecamatan Sinjai Borong adakan rapat di Aula Kantor Desa. Namun disaat pertengahan giat rapat tersebut berlangsung, tiba-tiba suasana berubah menjadi gaduh dan sempat terjadi gesekan fisik atau adu jotos yang dilakukan oleh beberapa orang peserta rapat tersebut. Sampai berita ini diterbitkan Sabtu 09/03/2024.
Dari data yang diterima redaksi media Karebanasulsel.id diketahui bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari senin pagi 04 Maret 2024 sekitar pukul 11:00 wita, bertempat di aula kantor desa bontotengnga, kecamatan sinjai borong, kabupaten sinjai, sulawesi selatan.
Dari informasi yang diterima dari sumber masyarakat setempat yang mengatakan bahwa “Kejadian tersebut berawal disaat rapat berlangsung. Kemudian ada seorang pemuda A. Jufriadi sapaan (Adi) yang mempertanyakan terkait adanya dua orang aparat desa yang dipecat.” Ucap sumber.
Adapun identitas kedua aparat desa (Ketua RT) yang dipecat tersebut yaitu atas nama Firman dan Ahmad.
A. Jufriadi alias Adi saat itu bertanya ke Pak Desa Bontotangnga (Bahtiar) bahwa “Kenapa kedua RT tersebut di pecat Pak Desa. Kami selaku pemuda minta klarifikasi dan penjelasan bapak selaku Kepala Desa.” Tutur Adi.
Hal demikian ditanggapi langsung dengan Kepala Desa Bontotangnga (Bahtiar). Dikatakannya bahwa “Nanti kamu yang jadi Kepala Desa, baru bisa angkat Ahmad dan Firman jadi RT.” Ungkap sumber yang dikutip dari perkataan kepala desa.
Adapun sumber yang dihimpun media ini, Berdasarkan informasi yang dihimpung media sambar.id, yang bertuliskan bahwa pada saat Kepala Desa menanggapi hal tersebut, semua orang kaget dan herang mendengar pernyataan itu. Dan kembali ditanggapi oleh saudara Made yang juga pemuda setempat. Bahwa “Bukan jawaban seperti itu yang kita minta pak, apalagi kita ini kepala desa” ucap made sembari memberikan nasehat.

Sementara ditempat yang sama tiga orang simpatisan/pendukung Kades mengamuk yakni Bosying, Tuo dan Syamsir Kadus Pattiroang.
Diantara ketiga simpatisan/pendukung Kades naik pitam tersebut hendak lempari kursi pemuda yang sempat memberikan nasehat kades Bahtiar.
“Mengamuk lah tiga orang pendukung kades yaitu bosying dan tuo beserta kepala dusun pattiroang (Samsir). Tuo hendak melemparkan kursi ke saudara Made lalu diamankan, bosying dan Kadus Samsir ingin menyerang peserta rapat dengan membabi buta,” kata seseorang yang tidak ingin disebut namanya.

Melihat kondisi yang tidak kondusif, A.Jufriadi kembali minta kepada Kades Bahtiar diamankan.
“Justru kades tersebut beserta adeknya yang bernama alim malah mengangkat kerah baju lalu mencekik leher saudara Adi yang menyebabka adanya luka goresan kuku di leher korban,” ungkapnya.
“hanya karena perbedaan pilihan seorang kades memecat aparatnya secara tidak hormat,” tambahnya.

Terpisah dikonfirmasi, Kapolsek Sinjai Borong, Polres Sinjai, Iptu Sasmito SH, membenarkan bahwa insiden tersebut korban sudah melapor.
“Sdh,… Tadi para saksi dan pelapor sudah diambil keterangannya. Dan rencana besok atau lusa baru akan diambil keterangannya pak desa,” Ujar Kapolsek Borong. Dikutip dari Sambar.id.
Kepala Desa Bontotengnga (Bahtiar) yang berhasil dikonfirmasi oleh media karebanasulsel.id mengatakan bahwa “Terkait kejadian tersebut memang betul adanya Pak, dan itu RT saya berhentikan karena periodenya sudah habis, dan telah menjabat selama satu tahun lamanya.” Terangnya.(**)
Red/Abk
….






















