SINJAI, Sul-Sel. Karebanasulsel.id- Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sinjai H.Haris Ahmad menjadi tanda tanya bagi sebagian rekan-rekan media atas sikap diamnya yang diduga selalu menghindar dikala hendak dikonfirmasi terkait beberapa titik proyek dengan jumlah anggaran yang cukup besar dan minim akan hal pengawasan. Kamis 30/11/2023.
Adapun upaya yang telah dilakukan oleh rekan media untuk konfirmasi titik pekerjaan yang dikeluhkan warga setempat di beberapa titik paket kegiatan melalui PPK dan Kepala Dinas PUPR Sinjai namun mereka hanya pilih diam. Dan malah Kepala Dinas PUPR memblokir Nomor HP Wartawan. Ada Apa dan Mengapa mesti menghindar dari pertanyaan rekan media. Apakah Pj. Bupati Sinjai dapat mengevaluasi kinerja Kadis PUPR..?
Disinyalir Kadis PUPR Sinjai H.Haris Ahmad tidak menggubris arahan dan petunjuk PJ. Bupati Sinjai T.R Fahsul Falah agar dapat bersinergy dengan rekan media. Sebab sebagai sosial kontrol di lapangan wajib untuk menyampaikan sesuatu melalui konfirmasi pada yang bersangkutan.
Adapun beberapa titik yang hendak dikonfirmasi diantaranya Temuan salah satu Anggota Dewan Kabupaten Sinjai Andi Jusman, ST, pada Paket 2 di ruas Serre-Caboro dengan pekerjaan Hotmix terhambur di sejumlah titik yang dikerja asal jadi dan semberono.
Andi Jusman mengatakan bahwa “Pekerjaan ini harus dibongkar, dan ini ulah PT. Catur Jaya Prima Sejahtera kerja “sembrono”. Usai berkunjung di ruas Serre-Caboro beberapa waktu yang lalu.

Pihaknya menilai pekerjaan tersebut jauh dari kualitas, disinyalir memakai hotmix hangus. Sekitar 200 meter diakuinya disuruh bongkar dan dikerja ulang “Saya suruh bongkar dan kerja kembali. Belum dilewati kendaraan sudah hancur” Tegas Andi Jusman.
Sumber lainnya menyebutkan, PT. Catur Jaya Prima Sejahtera, doyan melakukan aspal malam, hingga proses penghamparan aspal luput dari pengawasan publik. Kuat dugaan karena terdesak waktu pelaksanaan semakin mepet harus rampung akhir tahun ini.
Terpantau, PT. Catur Jaya Prima Sejahtera tahun ini (2023) menangani anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 25.338.198.534,- (Dua Puluh Lima Miliyar Tiga Ratus Tiga Puluh Delapan Juta Seratus Sembilan Pulu Delapan Ribu Lima Ratus Tiga Puluh Empat Rupiah) meliputi : Ruas Jalan Bonto – Lappadata, Ruas Jalan Gareccing – Dada, Ruas Jalan Lingkar Banoa, Ruas Jalan Serre-Caboro, dan Ruas Jalan Topangka-Ammessing.

Menarik ulur, proyek jalan yang ditangani tahun lalu (2022) juga sarat masalah. Utamanya poros Joalampe-Litalitae (Sekitar pasar lama Bikeru red). Bahkan sejumlah sumber yang berhasil disadap media ini menyebut pekerjaan tersebut sarat temuan yang notabene sempat bergulir di Tipikor Polda Sulsel.
“Saya dengar ada temuan pada pekerjaan tahun lalu (2022) dan sempat diperiksa pihak Tipikor Polda. Herannya tahun ini kembali mendapat proyek Miliyaran” Sebut sumber dengan nada bertanya.
Sebelumnya, Pihak PT. Catur Jaya Prima Sejahtera Ansar, yang disebut-sebut sebagai pelaksana ketika mau dikonfirmasi seputar persoalan ini menyarankan media ini ketemu pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam hal ini Badri, ST, Kabid Bina Marga PUPR Kabupaten Sinjai.

Dan adapun yang titik kedua yang hendak dikonfirmasi media yaitu Paket Pekerjaan bangunan talud tampa papan proyek di wilayah Desa Talle, Dusun Campaga, Kecamatan Sinjai Selatan yang menjadi tanda tanya juga. Malah kepala desa talle Ir. Abd. Rajab juga yang dikonfirmasi mediapun tak tau kepemilikan paket tersebut.
Seharusnya pihak PUPR dapat menjawab persoalan tersebut, bukan malah menghindari wartawan, dan kuat dugaan ada yang disembunyikannya. Harap PJ. Bupati dapat mengevaluasi kinerja PPK dan Kadis PUPR Sinjai.
Sampai saat ini pihak PUPR Sinjai belum bisa dihubungi karena menghindari wartawan.
LP. Tim PRMGI
Redaksi/Abk






















