SINJAI, Sul-Sel. Karebanasulsel.id- Pada Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 Hijriyah, pada senin mendatang (17/06/2024). Pondok Pesantren Al Markaz Al-Islamy Darul Istiqamah di Jalan Bulu Lohe, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, telah menyiapkan 25 ekor sapi yang siap dikurbankan pada hari senin mendatang, setelah selesai pelaksanaan shalat idul adha. Sampai berita ini diterbitkan Sabtu 15/06/2024.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqamah K.H. Fadhullah Marzuki, S.Pd.I., yang dijumpai media di kediamannya mengatakan bahwa “Hewan kurban yang tercatat hingga saat ini baru tersedia sebanyak 25 ekor. Adapun bantuan dari Kuait sebanyak 5 ekor, yaitu sapi tersebut terdiri dari 2 ekor sapi Limosin, 1 ekor Simental, dan 2 ekor sapi biasa. Dan 20 ekor lainnya bantuan dari para jamaah dan masyarakat yang ikut menyumbangkan sapi biasa. Dan sapi itu semuanya berasal dari sinjai (Lokal).
Sapi yang kesemuanya tersebut berasal dari para donatur yang istiqomah setiap tahun mempercayakan hewan kurbannya untuk dipotong dan sekaligus didistribusikan. Dan tidak menutup kemungkinan akan adanya tambahan sapi yang akan masuk.
Prosesi penyembelihan hewan kurban tersebut nantinya akan dihadiri oleh para jamaah dan masyarakat serta donatur yang dapat menjangkau tuk hadir menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban tersebut.
K.H.Fadhullah Marzuki, S.Pd.I., mengatakan menambahkan bahwa “Momentum Idul Kurban ini merupakan bentuk ikhtiar umat Islam untuk mengihklaskan sebagian harta bendanya yang diwujudkan melalui hewan kurban, untuk kemudian dibagikan kepada para masyarakat dan fakir miskin yang membutuhkan.” Tambahnya.
“Alhamdulillah tentunya daging kurban kali ini akan sangat bermanfaat bagi yang berhak menerima dan yang belum pernah menerima sama sekali, terutama kaum duafa. Semoga manfaat barokah, mampu istiqomah setiap tahun dan sebarannya bisa lebih luas lagi kedepannya,” harapnya.
Dan perlu diketahui bahwa kegiatan pelaksanaan kurban ini sampai berakhir hari tasyrik, akhir hari tasyrik itu sampai 3 hari sesudah lebaran. Dan yang perlu diperhatikan disini bahwa kurban ini sejatinya bukan mau bagi-bagi daging, peraktek yang ada orang berhimpun mereka membagi 7 langsung membagi, lalu mana bagiannya orang orang kaum duafa, mana bagiannya orang orang yang kurang mampu.
Di Sinjai ini kuota mungkin boleh dicek menghampiri sekitar 200 titik sembelih. Pertanyaannya apakah efektif pembagian itu kepada yang semestinya mendapatkan, karna ada ternyata peraktek orang berhimpun kumpul beli sapi mereka bagi tujuh to’, tujuh keluarga, jadi sisi pengorbanannya disebelah mana, dan kita hargai bahwa mereka berkorban, namun yang dimaksud berkorban kita mengambil sesuai dari syariat, selebihnya kita bagikan yang menggembirakan mereka.
“Secara teknis agar daging tetap segar dan layak konsumsi, penyembelihan dan distribusi akan dilakukan secara bertahap, Dan seperti pelaksanaan sebelumnya, seluruh paket daging kurban akan diantar langsung kepada para penerima,” jelasnya.
“Sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit sapi, sejak dari awal kondisi kesehatan hewan dan kelayakannya sudah diperiksa langsung oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui surat-surat yang ada pada dokumen sapi yang akan dikurbankan.” Tutupnya.
Redaksi/Abk.
……






















