SINJAI, Karebanasulsel.id– Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sinjai melaksanakan assessment kelayakan bagi warga binaan pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) sebagai dasar penentuan kebutuhan serta penempatan dalam program rehabilitasi dan re-edukasi berbasis ketahanan pangan, Jumat (09/10/2026).
Sebanyak 11 warga binaan mengikuti assessment tersebut. Kegiatan ini bertujuan memetakan kondisi dan kebutuhan masing-masing warga binaan agar program pembinaan yang diberikan sesuai dengan kriteria dan kebutuhan mereka.
Pelaksanaan assessment melibatkan tim asesor, tim medis, wali pemasyarakatan, serta tim dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Watampone. Proses penilaian dilakukan menggunakan instrumen assessment untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi warga binaan sebagai dasar menentukan kelayakan mengikuti program rehabilitasi maupun re-edukasi.
Kepala Rutan Kelas IIB Sinjai, Darman Syah, menyampaikan bahwa assessment merupakan tahapan penting untuk memastikan pembinaan berjalan tepat sasaran sekaligus mengedepankan pelayanan yang menghormati hak asasi manusia (HAM).
“Setiap warga binaan memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, assessment ini penting agar program pembinaan diberikan secara tepat, dengan tetap menghormati hak dan martabat setiap warga binaan,” ujar Darman.
Selain mengikuti program rehabilitasi dan re-edukasi, warga binaan nantinya akan diarahkan mengikuti pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang dikembangkan di lingkungan Rutan Sinjai.
Program tersebut sejalan dengan upaya Rutan Sinjai dalam mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan tanaman sayuran hortikultura, seperti bayam, pakcoy, sawi, dan berbagai jenis sayuran lainnya.
Melalui pembinaan di bidang pertanian ini, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh pendampingan dalam proses pemulihan dan perubahan perilaku, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Salah seorang warga binaan berinisial S mengungkapkan harapannya agar program pembinaan tersebut menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah bebas.
“Saya berharap bisa mengikuti pembinaan dengan baik, memperbaiki diri, dan mendapatkan bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ungkapnya.
Melalui assessment dan pembinaan yang terarah, Rutan Kelas IIB Sinjai terus mendorong pengembangan program pemasyarakatan yang berorientasi pada pemulihan, peningkatan keterampilan, dan kesiapan warga binaan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Pengembangan pertanian hortikultura sebagai bagian dari pembinaan kemandirian juga diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni membekali warga binaan dengan keterampilan produktif sekaligus mendukung upaya penguatan ketahanan pangan di lingkungan Rutan Sinjai.
Redaksi : ABK
……..
























