SINJAI, Karebanasulsel.id- Suasana haru menyelimuti lingkungan UPT SMAN 13 Sinjai, Desa Saotengnga, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Selasa (22/9/2026).
Tangis pecah ketika sebuah mobil ambulans yang membawa jenazah Putri Olivia, siswi Kelas XII.3 SMAN 13 Sinjai, melintas di depan sekolah tempat dirinya selama ini menimba ilmu dan menghabiskan hari-hari bersama guru serta sahabat-sahabatnya.
Mendengar suara sirene ambulans, sejumlah siswa dan guru berhamburan keluar. Mereka seakan tak ingin melewatkan kesempatan terakhir untuk mengiringi kepergian sahabat dan teman mereka untuk selamanya.
Air mata tak terbendung. Sebagian siswa menangis histeris, sementara yang lainnya hanya terdiam terpaku menatap ambulans yang perlahan melintas.
Hari itu seharusnya menjadi hari biasa bagi Putri Olivia datang ke sekolah, bertemu guru, bercanda dengan teman-temannya dan mengikuti proses belajar seperti biasanya.
Namun, takdir berkata lain.
Putri Olivia menjadi korban kecelakaan lalu lintas tunggal saat dalam perjalanan menuju sekolah pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 06.30 WITA.
Berdasarkan keterangan seorang saksi mata yang berada di sekitar lokasi, korban tiba-tiba terjatuh saat mengendarai sepeda motor matik. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dan pendarahan.
Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans UPTD Puskesmas Manimpahoi untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kepala UPTD Puskesmas Manimpahoi, Hj. Mardia, membenarkan bahwa korban sempat mendapatkan penanganan medis di puskesmas.
Menurutnya, kondisi korban cukup serius karena mengalami luka terbuka pada bagian kepala serta beberapa kali muntah.
“Pasien sempat mendapatkan perawatan medis di PKM Manimpahoi. Namun karena luka terbuka pada bagian kepala cukup serius dan pasien sering muntah, dokter yang menangani kemudian memberikan rujukan segera ke RSUD Sinjai untuk mendapatkan penanganan lebih intensif,” ujar Hj. Mardia.
Korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Sinjai untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Namun, setelah menjalani perawatan, takdir berkata lain. Sehari kemudian, Putri Olivia dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah almarhumah kemudian dibawa menggunakan ambulans RSUD Sinjai menuju rumah duka di Desa Pattongko, Dusun Garoppa, Kecamatan Sinjai Tengah.
Dalam perjalanan menuju rumah duka, ambulans sempat melintas di depan sekolah tempat Putri Olivia menuntut ilmu.
Simak Videonya di Bawah ini
Momen itulah yang kemudian berubah menjadi pemandangan penuh kesedihan.
Para siswa dan guru berdiri di pinggir jalan. Sebagian menangis sambil memandangi ambulans yang membawa jasad sahabat mereka. Tidak sedikit yang terlihat terpukul dan sulit menerima kenyataan bahwa sosok yang selama ini mereka temui hampir setiap hari kini telah pergi untuk selamanya.
Putri Olivia bukan sekadar seorang siswi bagi teman-temannya. Ia adalah bagian dari cerita masa sekolah, bagian dari tawa, persahabatan, kebersamaan, serta kenangan yang akan terus tersimpan di hati mereka.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, guru, dan seluruh sahabat yang mengenalnya.
“Selamat jalan, Putri Olivia.”
Mungkin langkahmu menuju sekolah pada pagi itu menjadi perjalanan terakhirmu di dunia. Namun, kenangan tentangmu akan tetap hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah mengenal dan menyayangimu.
Segenap keluarga besar UPT SMAN 13 Sinjai turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Putri Olivia, siswi Kelas XII.3.
“Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, amal ibadahnya diterima, segala khilaf dan salahnya diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, keikhlasan dan ketabahan.”
Selamat jalan, Putri. Kenanganmu akan tetap tinggal di sekolah ini, di antara bangku-bangku kelas, halaman sekolah, dan hati sahabat-sahabatmu yang hari ini mengantarmu dengan air mata dan doa.
Redaksi: ABK
………..
























