Pemdes Saotanre Adakan Rapat Pelatihan Dan Pembentukan FPRB Serta Menghadirkan Narasumber Dari LTI

SINJAI, Sul-Sel. karebanasulsel.id– Pemerintah Desa Saotanre Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai mengadakan Pelatihan dan Pembentukan Forum Bencana (FPRB) yang merupakan Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Desa Saotanre. Senin 19/06/2022.

Kegiatan yang diadakan di Aula Kantor Desa tersebut dibuka langsung oleh kepala Desa Saotanre, Andi Sulaeman,S.Sos dan dihadiri oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai, Drs. Budiaman, Camat Sinjai Tengah, Syahrul Paesa,S.Ip dan Babinsa Desa Saotanre, Kopda Supriadi.

Peserta dalam kegiatan tersebut yaitu Perangkat Desa, BPD, Kepala Dusun, RT/RW, Anggota Karang Taruna, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Perempuan di Desa Saotanre.

Dan Narasumber dalam kegiatan tersebut, Jasmani Ghadi,M.Si dari Lingkar Topografi Indonesia (LTI) dan Achmad Syarif Sady, Kepala Markas Palang Merah Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.

Adapun agenda dalam kegiatan yang dimulai pukul 09:00 s/d 16:45 WITA tersebut yaitu:

  1. Pembukaan kegiatan oleh Kepala Desa Saotanre
  2. Sambutan dan Pengarahan dari Kepala, BPBD Kabupaten Sinjai dan Camat Sinjai Tengah,
  3. Pengantar Kebencanaan dan Kajian Resiko Bencana, LITOF Indonesia,
  4. Pengantar Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA)
  5. Pembentukan Forum PRB Penentuan Tujuan, Visi Misi, Susunan Pengurus dan Kelengkapan Forum PRB.
  6. Penyusunan Program Kerja Forum PRB Desa dan Finalisasi Program Kerja dan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Kepala BPBD Kabupaten Sinjai, Drs. Budiaman menyampaikan bahwa UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana merupakan amanat untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana.

“Salah satu strategi untuk mewujudkan hal ini adalah melalui pengembangan Desa tangguh bencana dengan upaya Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK).” Ungkapnya.

“Proses pengelolaan resiko bencana melibatkan secara aktif masyarakat dalam mengkaji, menganalisis, menangani, memantau dan mengevaluasi resiko bencana untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan kemampuannya.” Tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Saotanre, Andi Sulaeman,S.Sos membeberkan tujuan yang akan di capai dalam pembentukan dan Pelatihan FPRB tersebut.

“Melindungi masyarakat di kawasan rawan bahaya dari dampak-dampak merugikan bencana, meningkatkan peran serta masyarakat khusunya kelompok rentan dalam pengelolaan sumber daya untuk mengurangi resiko bencana desa dan meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya dan pemeliharaan kearifan lokal bagi PRB.” Bebernya.

“Selain itu, meningkatkan kapasitas Pemerintah dalam memberikan dukungan sumber daya dan teknis bagi PRB serta meningkatkan kerjasama antara pemangku kepentingan dalam PRB, pihak pemerintah daerah, lembaga usaha, perguruan tinggi, LSM, Ormas dan kelompok lainnya yang peduli.” Tutupnya.

Lp. (Redaksi 01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *