SINJAI, Sul-Sel. karebanasulsel.id– Aktivitas pedagang kaki lima menjadikan taman topekkong sinjai menjadi sarana bisnis tempat berjualan dan persaingan para pedagang di tempat tersebut. Sehingga kerap terjadinya perselisihan antar pedagang dikarenakan kecemburuan sosial, sehingga terjadinya keributan dan penganiayaan salah satu pedagang di tempat tersebut baru-baru ini. Sampai berita ini diterbitkan Rabu 08/02/2023.
Dari informasi yang dihimpun media diketahui bahwa, Kasus penganiayaan sepasang suami istri di tempat berjualan tersebut dikarenakan persoalan sepeleh, namun diduga ada pihak ke tiga yang menghasut diantara pedagan tersebut sehingga terjadinya perdebatan sesama pedagang, sehingga terjadinya keributan dan mengakibatkan pengeroyokan salah satu pedagang tersebut, dan akhirnya ditangani pihak kepolisian Polres Sinjai.
Disisi lain Sekjen LAKIN (Dg Tika) Angkat suara bahwa “Apakah para pedagang itu memiliki ijin berjualan di taman topekkong tersebut, dan apakah ada pungutan dari pedagang yang dilakukan oleh oknum. Dan saya lihat bahwa di tempat tersebut mulai kotor dan kurang indah kelihatannya dikarenakan banyaknya sampah di dalam kolam taman tersebut. Dan sampah itu yang jelas dari pedagang kaki lima yang berjualan di tempat tersebut.” Ucapnya.

“Taman itu adalah icon kota yang harus dijaga kelestarian dan kebersihannya. Kalau seperti ini kelihatannya bahwa Taman Topekkong hanyalah dijadikan sarana mencari bisnis pedagang yang tidak punya izin, jadi kami mohon atensi Pak Bupati dan Sat Pol PP agar dapat ditertibkan demi kenyamanan dan keindahan taman kota sinjai.” Harapnya.
Disisi lain, salah satu pihak korban penganiayaan di lokasi tersebut yang baru ini terjadi hingga berujung ke pihak kepolisian berharap agar di tempat tersebut tidak ada lagi yang berjualan, agar tidak ada lagi yang merasa disaingi antar pedagang. Atas nama keluarga korban kami harap pihak Sat Pol PP agar dilakukan penertiban. Kami pasrah akan musibah ini dan kami akan mencari tempat jualan yang lain yang lebih aman, asalkan di tempat tersebut tidak ada lagi satupun pedagang yang berjualan.” Harapnya.
LP. PRMGI
Admin : ABK






















